web development
Home
Main Menu
Home
Nuclear News & Opinion
Nuclear Technology
Nuclear Pro & Con
Nuclear Polls
Updates 2
Lab Gathering   Yonggwang Nuclear Power Plant   Politik yang Menakutkan?   Selamat Ulang Tahun Ke 25   My Trip to Pulau Tidung   PERPIKA Visited Nuclear Power Plant   Seoul National University   My Social Activity   Integrated World Culture Heritage Program   My Family's Slideshow & Pictures   Selamat Hari Raya Idul Fitri   Kisah Serangan Jantung   The leadership crisis in Indonesia   Anggota Baru di Keluarga Kami   KNS Spring Meeting
Miscellaneous
My Activites
My Family
My Musics
My Opinions
My Pictures
Others
Join this Group

Statistics
Visitors: 90470
Tanggapan "PLTN amankah?" PDF Print E-mail
Written by Chairul Hudaya   
Thursday, 04 December 2008

Berikut adalah tanggapan saya atas tulisan pada blog Mas Ronny . Tanggapan saya berwarna biru.


Terima kasih Mas Ronny senang sekali bisa berdiskusi dengan mas. Saya coba menanggapi pertanyaan/pernyataan mas satu-persatu ya.

Mengenai Senjata Nuke dan PLTN, jujur ya… saya ga ngerti soal senjata nuke yang digunakan oleh pemerintah RI (itupun bilamana ada,) karena setahu saya, Indonesia tidak memiliki SDM yang mampu mengelola senjata Nuke tersebut. dan saya percaya 100% bahwa RI tidak akan pernah mencoba untuk menciptakan Nuke

Paragraf pertama tulisan mas mengetengahkan masalah bom atom Hiroshima & Nagasaki. Jadi saya hanya memberikan info saja dalam kaitan dengan rencana Indonesia menggunakan energi nuklir untuk tujuan damai. Alasannya bukan karena tidak punya SDM mas, bisa saja kalau mau, tetapi sifat kita yang cinta damai. Makanya kita pada tahun 68 menandatangani perjanjian NPT. Silakan baca ini : NPT

Back to PLTN, dari awal (maaf ya) saya tidak mendukung PLTN, kenapa? kembali saya tanyakan kepada semua pembaca… mengapa harus PLTN? apakah dengan melihat dari murahnya cost menjadi pertimbangan dari resiko yang ditimbulkan terhadap alam negara kita?

Jika suatu negara hendak memanfaatkan PLTN, pertimbangannya banyak sekali mas, tidak hanya melihat pada sisi ekonomis saja, tetapi harus dikaji bidang lainnya seperti sosial politik, environment, kebutuhan supply and demand energi jangka panjang, kesiapan SDM, kesiapan peraturan/perundangan terkait masalah nuklir dll. Makanya karena yang diutamakan adalah keselamatan manusia, setiap negara pasti ada badan pelaksana dan pengawas tersendiri yang mengurusi masalah nuklir. Nah langkah-langkah apa saja yang harus dipersiapkan dalam membangun sebuah PLTN mas bisa baca panduan IAEA di blog saya : Alur Pembangunan PLTN di Indonesia

Seperti diketahui, study akan PLTN ini sudah dilakukan mulai dari tahun 1970an, suatu waktu yang sebenarnya lebih dari cukup untuk mempersiapkan pembangunan PLTN. Persiapannya sudah mencakup study-study bidang yang saya sebutkan diatas. Mari kita tinjau satu bidang saja dulu, sisi supply-demand. Salah satu tugas negara seperti yang tertuang dalam undang-undang energi No 30 tahun 2007 adalah negara wajib menjamin (secure) ketersediaan energi dimasa mendatang. Mas, mau tidak-mau, untuk memenuhi kebutuhan base-load listrik kita, selain PLTU dan PLTG, kita hanya punya 2 pilihan lagi, PLTN dan PLTPB. PLTS dan PLT angin tidak bisa dihandalkan untuk mensuplay base-load, hanya cocok untuk peak-load saja, karena sifatnya yang tidak kontinue. PLTA skala besar sudah tidak dapat dibanguan lagi karena sudah jenuh, artinya sumber-sumber tenaga air utama sudah dimanfaatkan (we are talking about energy supply and demand in Java-Madura-Bali interconnected system). Untuk PLTPB saat ini pemerintah sedang berusaha giat-giatnya mempermudah pembangunannya dengan dikeluarkannya berbagai regulasi untuk menarik investasi. Targetnya tahun 2025 bisa menyumbang 5 %, sebuah target yang sangat optimistik, padahal sekarang saja pemanfaatannya baru sebanyak 807 MW yang lokasinya tersebar diberbagai daerah. Artinya perlu banyak explorasi, karena kapasitas pembangkitannya biasanya 20-300-an MW. Oleh karena itulah, sudah saatnya PLTN masuk ke sistem (Studi CADES 2002) membantu energi lainnya dalam upaya mensecure kebutuhan energi dimasa yang akan datang. Aspek lainnya nanti dibahasnya ya.

Ini masih prediksi saya, adalah beberapa alasan mengapa di Indonesia di tentang oleh banyak orang, (khususnya negara2 yang maju). bila mana terjadi satu kesalahan (satu saja, tidak perlu banyak-banyak) dalam hal memanage pabrik PLTN ini, resikonya adalah kerusakan alam yang permanen di mana butuh waktu yang sangat lama untuk memulihkan kondisi seperti semula bila mana sampai terjadi kesalahan tersebut, yang rugi adalah bumi kita, bukan hanya negara kepulauan yang bernama Republik Indonesia.letak bangsa kita yang strategis terletak di jalur katulistiwa yang memiliki kandungan ozon yang banyak, bilaman sampai terjadi kerusakan ekosistem makan menimbulkan ketidakseimbangan di bumi, dan akibatnya akan muncul suatu bahaya global,

mas, mas… ini sudah bukan merupakan rahasia lagi, bahwa yang merupakan radiasi alami (yang tercipta daripada matahari dan sebagainya) memberikan efek yang negatif yang lebih besar daripada radiasi buatan, maksdunya, secara timednya, radiasi alami tercipta secara jangka panjang dan lama untuk di pulihkan,. sedangkan radiasi kimia (yang tentunya kita berbicara radiasi nuklir) bisa jadi akan mematikan satu-tiga generasi kehidupan.

Radiasi itu sebenarnya bisa berguna bisa juga bermasalah, merugikan. Tergantung bagaimana orang dibelakangnya (men behind the gun). Radiasi dari sinar sinar radioaktif nuklir untuk aplikasi kedokteran dan agriculture tentu membawa kebaikan dan kesejahteraan manusia. Tetapi bila digunakan untuk bom atom, maka seperti yang mas katakan, bisa memusnahkan manusia. Untuk aplikasi PLTN juga begitu kah? Well, referencenya pasti ke Chernobyl ya. Memang gara-gara accident itulah industri nuklir didunia dirundung image keburukan. Silakan mas baca dulu disini tulisan ahli fisika astronomi tentang apa yang sebenarnya terjadi disana: Fakta soal Chernobyl

Sejauh ini, jepang yang pernah di bom nuklir dan memiliki kekuatan dan keseringan gempa yang sama (atau lebih) dengan Indonesia mengoperasikan 55 buah PLTN nya dengan selamat. Terakhir tahun 2007 ketika gempa dahsyat melanda PLTN Kashiwazaki Kariwa, sistem safety PLTN secara otomatis dapat menshutdown reaktor sehingga reaksi fisi dapat berhenti dengan sempurna. Itu membuktikan teknologi PLTN sudah mampu menjawab tantangan kemungkinan terjadinya accident. Rusia, bekas negara UniSoviet dimana Chernobyl berada (tepatnya Ukraine) saat ini mengoperasikan 31 reaktor dan akan menambah 11 lagi yang baru. Pertanyaannya : kok ga kapok ya? atau ga trauma kecelakaan chernobyl akan terjadi lagi? Sebenarnya penjelasannya harus bermula dari reactor technology, apa yang terjadi disana, bagaimana komponen safety PLTN bisa mencegah terjadinya radiasi keluar dari reaktor dan containment, yang akhirnya bisa menyimpulkan bahwa PLTN safe. Kalau mas tertarik, insyaallah saya akan jelaskan kemudian. Untuk sementara coba lihat dulu animasi dari sistem safety sebuah PLTN disini : Safety systems ESBWR

“Karakteristik kelistrikan di Kazakhstan sangat mendukung penggunaan small reactors. Project di Kazakhstan ini adalah sebagai pilot project nya SMART, sehingga apabila ini berhasil, developer SMART bisa lebih confident menawarkan (atau bahkan diminta) oleh negara2 yang tertarik akan teknologi small reactors”.

coba anda review sendiri komentar anda di quote atas, dalam komentar anda, anda masih mengatakan kata “Apabila ini berhasil”. maaf, mungkin saya tidak memiliki pendidikan yang cukup mengenai teknologi nuklir. tapi setahu saya dalam teknologipun ada kadang kalanya muncul kemungkinan faktor kegagalan 1% dari total kesuksesan,. selain itu anda sendiri mengatakan apabila ini berhasil. apakah anda masih belum optimis bahwa hal tersebut belum tentu berhasil?

Untuk teknologi SMART (small reactor, 300 MW) yang akan di bangun di Kazakhstan, iya itu benar baru rencana mas, faktor keberhasilannya perlu dipertanyakan. Sementara PLTN yang rencananya akan dipakai oleh kita adalah skala besar, 1 unit diperkirakan 1000 MW dan teknologinya sudah banyak yang proven, dioperasikan sudah puluhan tahun dengan selamat. Tinggal kita pilih saja. Untuk SMART ya nanti dulu, kalau mau dioperasikan di Indonesia, tunggu dulu hingga teknologi nya benar-benar proven. Kita kan tidak mau coba-coba. Namun, pemerintah Kazahstan mungkin mempunyai pemikiran yang berbeda dengan kita, tentunya mereka sudah menganalisanya dalam-dalam.

Rokok lebih berbahaya daripada NUke?? maaf mas, ini tidak sesuai dengan pendapat saya. bahaya rokok tercipta karena kita merokok. sedangkan bahaya dari Nuklir tercipta karena adanya SDM atau teknologi yang mengalami suatu kesalahan. dari segi akibatnya juga lumayan. dari rokok, yang terkena dampaknya adalah perokok pasif, perokok aktif, dan keluarga dan teman2 perokok. sedangkan bahaya dari Nuklir adalah satu sampai 3 generasi kehidupan punah! adalah kesalahan perokok yang merokok dampaknya keluarga perokok, sedangkan bahaya nuklir adalah kesalahan seseorang atau sistem dampaknya adalah semua lingkungan dan ekosistem

Tentang merokok dan bahaya nuklir memang tidak ada kaitan atau jawaban pasti, tergantung dari sudut pandangnya. Misalnya mau dihitung dari jumlah korban akibat Rokok dan kecelakaan nuklir? Atau dampaknya seperti yang mas katakan? Jawabannya pasti beragam. Dan hak mas untuk berbeda pendapat dengan saya Smile. Saya berani mengatakan PLTN aman karena saya tahu apa yang terjadi didalamnya, bagaimana probability risk accidentnya, penanggulangannya dan tetek bengeknya.

terimakasih mas, bukan berarti penulisan ini menolak program pemerintah, namun saya lebih menekankan kepada agar pemerintah lebih berhati-hati dalam menentukan sikap dan kebijakan di mana keputusan yang diambil sangat beresiko tinggi

Begitu mas, mohon maaf kalau uraian saya tidak menjelaskan pertanyaan mas. Sekali lagi, saya tidak bermaksud mengubah pandangan mas untuk Pro PLTN, hanya ingin sharing/diskusi secara ilmiah saja.

 

Comments  

 
#1 pemerhati nuklir 2009-08-13 11:28 Perlu diketahui, benar bahwa radiasi sangat berbahaya karena tidak tanpak dilihat mata telanjang dan tidak dapat dirasakan namum akibatnya dapat merusak jaringan tubuh kita, karena sifatnya maka bila terjadi kesalahan operasional saja maka mari kita saksikan kalau sempat bahwa benar apa yang dikatakan oleh penanggap terdahulu bahwa radiasi nuklir bukan saja akan merusak 2 s.d 3 generasi tapi bisa lebih dari itu karena umur bahan nuklir yang cukup panjang sampai ratusan dan ribuan tahun.
Ditilik dari sifat tersebut diatas bagaimana kalau dalam organisasi yang membidangi nuklir serdiri tidak konduksif oleh karena itu program PLTN perlu dilakukan analisis dan kajian kembali oleh pemerintah kalau tidak akan mengorbankan 2 s.d 3 generasi mendatang.
(radiasi nuklir bisa jadi akan mematikan satu-tiga generasi kehidupan).
Fakta soal Chernobyl
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

< Prev   Next >
joomla template
This website is using Joomla under GNU General Public License and template by Jomladev with modification
Contact Chairul Hudaya here
Portal Seputar Ketenaganukliran
Portal Seputar Ketenaganukliran