web development
Home
Main Menu
Home
Nuclear News & Opinion
Nuclear Technology
Nuclear Pro & Con
Nuclear Polls
Updates 2
Lab Gathering   Yonggwang Nuclear Power Plant   Politik yang Menakutkan?   Selamat Ulang Tahun Ke 25   My Trip to Pulau Tidung   PERPIKA Visited Nuclear Power Plant   Seoul National University   My Social Activity   Integrated World Culture Heritage Program   My Family's Slideshow & Pictures   Selamat Hari Raya Idul Fitri   Kisah Serangan Jantung   The leadership crisis in Indonesia   Anggota Baru di Keluarga Kami   KNS Spring Meeting
Miscellaneous
My Activites
My Family
My Musics
My Opinions
My Pictures
Others
Since Oct 02 '08
Locations of visitors to this page
Live Chat
Chat with me even though I am offlineChairul Hudaya
© 2008 WIS.ro
Join this Group

Statistics
Visitors: 125547
Mengapa harus Korea ? PDF Print E-mail
Written by Chairul Hudaya   
Sunday, 30 December 2007
Ya.. pertanyaan diatas banyak ditanyakan ketika saya akan berangkat untuk study nuklir ke Korea. Banyak orang yang masih memandang sebelah mata negeri yang dijuluki negeri ginseng ini sebagai tujuan study. Dan mungkin saja perasaan saya waktu itu sama seperti perasaan orang pada umumnya, dimana negara negara lain seperti Amerika, Perancis, Jepang atau Jerman menjadi idaman untuk melanjutkan jenjang pendidikannya kearah yang lebih tinggi baik master maupun doktoral.

Namun, tetap, saya coba tawaran tantangan tersebut yang datang dari pemerintah Korea dengan tawaran beasiswa penuhnya. Perasaan tersebut perlahan lahan menjadi sirna setelah beberapa saat berada di Korea. Negara yang pada dekade 1990-an disebut sebut sebagai negara paling tercepat tingkat industrialisasinya ini, sangat diperhitungkan di kancah dunia dalam bidang tenaga nuklir. Tentu saja nuklir untuk tujuan damai, baik dalam bidang energi, medikal, maupun agrikultural. Bukan untuk membuat senjata/bom nuklir.

Negara yang merdeka ditahun dan bulan yang sama dengan Indonesia ini, bergabung dengan International Atomic Energy Agency (IAEA) pada tahun 1957, juga bersamaan dengan bergabungnya Indonesia. Setelah itulah, kegiatan riset dibidang tenaga nuklir mulai banyak dilakukan. Reaktor nuklir pertama dibangun adalah reaktor nuklir kecil untuk keperluan riset pada tahun 1962.Sepuluh tahun kemudian, Korea mulai membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pertama di daerah Kori, sehingga PLTN tersebut dinamakan PLTN Kori-Unit 1. Pembangunannya selesai pada tahun 1977 dan beroperasi secara komersial pada tahun 1978. Kebijakan energi Korea dibuat dengan mempertimbangkan energy security dan energy demand

untuk mengurangi ketergantungan pada impor energy waktu itu. Sehingga pemerintah Korea saat itu mengarahkan kebijakannya pada pengembangan PLTN sebagai elemen utama penghasil listrik. Saat ini PLTN di Korea mensuplai kurang lebih 40 % dari total energi listrik yang dibangkitkan.

Beberapa perusahaan yang terlibat dalam industri tenaga nuklir di Korea dapat dilihat pada gambar dibawah ini,

figure5.jpg

Untuk bidang keselamatan nuklir, Korea dapat dikatakan sebagai negara yang paling baik dalam pengelolaan PLTN. Ini terbukti dari hampir tidak adanya (bahkan mungkin tidak ada) kecelakaan yang timbul dalam pengoperasian PLTN. Di negara ini setiap tanggal 10 September diperingati sebagai hari keselamatan PLTN, dimana selalu diadakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan keselamatan PLTN bagi para pekerja dan juga masyarakat sekitar…

Well.. bagaimana dengan perkembangan nuklir di Indonesia?Agaknya kita harus belajar banyak dari negara yang termasuk dalam negara negara maju OECD ini.

 

Add comment


Security code
Refresh

< Prev
joomla template
This website is using Joomla under GNU General Public License and template by Jomladev with modification
Contact Chairul Hudaya here
Portal Seputar Ketenaganukliran
Portal Seputar Ketenaganukliran