Departemen Energy Amerika (DOE) menyambut hangat keputusan Republik Korea untuk bergabung dan memandatangani Global Nuclear Energy Partnership (GNEP). GNEP adalah sebuah kerjasama sukarela yang bertujuan untuk memperluas kerjasama dibidang tenaga nuklir secara aman dan safe dengan menjunjung tinggi pengelolaan limbah nuklir dan juga isu proliferasi. Kini dengan masuknya Korea, total negara anggota yang telah menandatangani kerjasama tersebut menjadi 19 negara.
Asisten sekretaris DOE untuk bidang Energi nuklir, Dennis R. Spurgeon, mengatakan bahwa Republik Korea adalah salah satu negara maju dibidang pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai dan dengan perkembangan riset dan teknologi dibidang nuklir yang dimiliki Republik Korea ini akan membawa sesuatu hal yang signifikan pada kemajuan GNEP. Ia menambahkan bahwa negara negara GNEP akan berusaha untuk menjamin sebuah framework yang bervisi dan berkesinambungan untuk meningkatkan penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai dangan senantiasa memperhatikan keselamatan.
Departemen Energy Amerika (DOE) menyambut hangat keputusan Republik Korea untuk bergabung dan memandatangani Global Nuclear Energy Partnership (GNEP). GNEP adalah sebuah kerjasama sukarela yang bertujuan untuk memperluas kerjasama dibidang tenaga nuklir secara aman dan safe dengan menjunjung tinggi pengelolaan limbah nuklir dan juga isu proliferasi. Kini dengan masuknya Korea, total negara anggota yang telah menandatangani kerjasama tersebut menjadi 19 negara.
Asisten sekretaris DOE untuk bidang Energi nuklir, Dennis R. Spurgeon, mengatakan bahwa Republik Korea adalah salah satu negara maju dibidang pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai dan dengan perkembangan riset dan teknologi dibidang nuklir yang dimiliki Republik Korea ini akan membawa sesuatu hal yang signifikan pada kemajuan GNEP. Ia menambahkan bahwa negara negara GNEP akan berusaha untuk menjamin sebuah framework yang bervisi dan berkesinambungan untuk meningkatkan penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai dangan senantiasa memperhatikan keselamatan.
Pengumuman bergabungnya Korea dalam GNEP terjadi setelah pertemuan kerjasama internasional pada minggu ini di Vienna. Pertemuan tersebut mencakup pembicaraan mengenai tujuan GNEP dan juga kegiatan kegiatan untuk kerjasama kelompok anggota anggota GNEP dalam pengembangan infrastruktur dan pelayanan akan bahan bakar nuklir.
Baru baru ini, DOE juga menerima kerjasama Italy dan Kanada untuk bergabung dengan GNEP. Pada pertemuan tingkat menteri GNEP yang kedua pada bulan September yang lalu, keanggotaan GNEP menjadi bertambah banyak dengan masuknya China, Perancis. Jepang, Rusia, Australia, Bulgaria, Ghana, Hongaria, Yordania, Kazakstan, Lituania, Polandia, Romania, Slovenia dan Ukrania.
Dalam nota kesepahamannya, GNEP diharapkan dapat meningkatkan penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai yang mencakup enhanced safeguards, kerjasama dibidang bahan bakar nuklir, dan pengembangan teknologi. Nations participating in this cooperation would not give up any rights and voluntarily engage to share the effort and gain the benefits of economic, peaceful nuclear energy.
Source
Comments
RSS feed for comments to this post.