web development
Home
Main Menu
Home
Nuclear News & Opinion
Nuclear Technology
Nuclear Pro & Con
Nuclear Polls
Updates 2
Lab Gathering   Yonggwang Nuclear Power Plant   Politik yang Menakutkan?   Selamat Ulang Tahun Ke 25   My Trip to Pulau Tidung   PERPIKA Visited Nuclear Power Plant   Seoul National University   My Social Activity   Integrated World Culture Heritage Program   My Family's Slideshow & Pictures   Selamat Hari Raya Idul Fitri   Kisah Serangan Jantung   The leadership crisis in Indonesia   Anggota Baru di Keluarga Kami   KNS Spring Meeting
Miscellaneous
My Activites
My Family
My Musics
My Opinions
My Pictures
Others
Administrator





Lost Password?
Join this Group

Statistics
Visitors: 125546
Penanganan Limbah Nuklir PDF Print E-mail
Written by Chairul Hudaya   
Tuesday, 30 December 2008
Sedikit ingin share mengenai pengelolaan limbah nuklir. Sebenarnya aturan main dalam mentreatment limbah nuklir ini sudah dibuat oleh badan tenaga atom internasional (IAEA). Sehingga, Indonesia sebagai salah satu membernya pasti akan mengikuti arahan dari IAEA tersebut.  Prinsip dari arahan IAEA ini sangat menarik : "Pengelolaan limbah nuklir harus dikelola sedemikian rupa sehingga tidak membebani pada generasi yang akan datang", file-file guidancenya dapat dilihat disini :

  1. Storage of Radioactive Waste Safety Guide
  2. Predisposal Management of Low and Intermediate Level Radioactive Waste Safety Guide
  3. Predisposal Management of High Level Radioactive Waste Safety Guide
  4. Predisposal Management of Radioactive Waste, Including Decommissioning Safety Requirements
  5. Principles of Radioactive Waste Management Safety Fundamentals
  6. File lain-lainya
Secara garis besar, limbah nuklir dibagi dalam 2 kategori, Low and Intermediete Level Waste (LILW) dan High Level Waste (HLW). LILW adalah limbah nuklir yang berupa sarung tangan, cover sepatu dan baju para pekerja di PLTN serta bagian alat pemeliharaan mesin dan sejenisnya. Treatment LILW dilakukan denngan cara disimpan dalam tempat penyimpanan sementara sebelum akhirnya didispose secara permanen. Sedangkan HLW umumnya ditreatment dengan 2 metode, dry dan wet storages. Sesuai dengan namanya, dalam wet storage, limbah nuklir  dari reactor ditreatment didalam air selama 3-5 tahun untuk mendinginkan plus mengurangi panas dari radioactive decays. Setelah melewati proses itu, limbah nuklir dimasukkan kedalam container yang dirancang secara khusus sehingga bisa menyimpan dengan aman, terutama menggunakan bahan bahan yang tahan korosi dan radiasi. Sedangkan dry storage, limbah nuklir langsung dimasukkan kedalam container yang dirancang secara khusus tanpa air sebagai pendinginnya. Biasanya disimpan hingga sampai 6 tahun didalam container tersebut. Containers dry storages bisa berbentuk metal cask, concrete silo, maupun vault storage.

Lebih dari 90 % limbah nuklir dunia saat ini ditreatment melalui proses wet storage. Umumnya penyimpanan sementara limbah nuklir berada di kawasan PLTN itu sendiri, sehingga tidak perlu diangkut melalui transportasi yang jauh. Tidak sembarangan orang bisa masuk kedalam fasilitas ini, karena tentu saja kontrolnya sangat ketat. Pengelola PLTN wajib memberikan laporan secara berkala tentang keluar masuknya limbah nuklir kepada badan pengawas setempat dan juga IAEA.

Treatmen selanjutnya bisa menggunakan system geological repository, atau menggunakan teknik-teknik transmutasi yang saat ini semakin banyak riset-riset dibidang tersebut, misalnya fast reactor dan ADS yang diprediksi akan exist beberapa puluh tahun kedepan.
 

Comments  

 
#1 kafi 2009-03-30 10:59 terima kasih atas informasinya & semoga makin sukses Quote
 
 
#2 uDin 2009-10-31 17:30 trm ksh infonya Quote
 
 
#3 uDin 2009-10-31 17:30 terimakasih Quote
 
 
#4 adalina j 2010-01-14 12:29 saya ingin bertanya,,
lalu, setelah mengalami treatment beberapa puluh tahun itu apa lagi yang akan dilakukan untuk keamanannya??
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Next >
joomla template
This website is using Joomla under GNU General Public License and template by Jomladev with modification
Contact Chairul Hudaya here
Portal Seputar Ketenaganukliran
Portal Seputar Ketenaganukliran