Visitors: 249054
We have 30 guests online

Go PLTN Indonesia

Asal Pengunjung

Locations of visitors to this page

Live Chat

Online Technical SupportNuklir.INFO
© 2008 WIS.ro
Home
Penanganan Limbah Nuklir
Written by Chairul Hudaya   
Tuesday, 30 December 2008
Sedikit ingin share mengenai pengelolaan limbah nuklir. Sebenarnya aturan main dalam mentreatment limbah nuklir ini sudah dibuat oleh badan tenaga atom internasional (IAEA). Sehingga, Indonesia sebagai salah satu membernya pasti akan mengikuti arahan dari IAEA tersebut.  Prinsip dari arahan IAEA ini sangat menarik : "Pengelolaan limbah nuklir harus dikelola sedemikian rupa sehingga tidak membebani pada generasi yang akan datang", file-file guidancenya dapat dilihat disini :

  1. Storage of Radioactive Waste Safety Guide
  2. Predisposal Management of Low and Intermediate Level Radioactive Waste Safety Guide
  3. Predisposal Management of High Level Radioactive Waste Safety Guide
  4. Predisposal Management of Radioactive Waste, Including Decommissioning Safety Requirements
  5. Principles of Radioactive Waste Management Safety Fundamentals
  6. File lain-lainya
Secara garis besar, limbah nuklir dibagi dalam 2 kategori, Low and Intermediete Level Waste (LILW) dan High Level Waste (HLW). LILW adalah limbah nuklir yang berupa sarung tangan, cover sepatu dan baju para pekerja di PLTN serta bagian alat pemeliharaan mesin dan sejenisnya. Treatment LILW dilakukan denngan cara disimpan dalam tempat penyimpanan sementara sebelum akhirnya didispose secara permanen. Sedangkan HLW umumnya ditreatment dengan 2 metode, dry dan wet storages. Sesuai dengan namanya, dalam wet storage, limbah nuklir  dari reactor ditreatment didalam air selama 3-5 tahun untuk mendinginkan plus mengurangi panas dari radioactive decays. Setelah melewati proses itu, limbah nuklir dimasukkan kedalam container yang dirancang secara khusus sehingga bisa menyimpan dengan aman, terutama menggunakan bahan bahan yang tahan korosi dan radiasi. Sedangkan dry storage, limbah nuklir langsung dimasukkan kedalam container yang dirancang secara khusus tanpa air sebagai pendinginnya. Biasanya disimpan hingga sampai 6 tahun didalam container tersebut. Containers dry storages bisa berbentuk metal cask, concrete silo, maupun vault storage.

Lebih dari 90 % limbah nuklir dunia saat ini ditreatment melalui proses wet storage. Umumnya penyimpanan sementara limbah nuklir berada di kawasan PLTN itu sendiri, sehingga tidak perlu diangkut melalui transportasi yang jauh. Tidak sembarangan orang bisa masuk kedalam fasilitas ini, karena tentu saja kontrolnya sangat ketat. Pengelola PLTN wajib memberikan laporan secara berkala tentang keluar masuknya limbah nuklir kepada badan pengawas setempat dan juga IAEA.

Treatmen selanjutnya bisa menggunakan system geological repository, atau menggunakan teknik-teknik transmutasi yang saat ini semakin banyak riset-riset dibidang tersebut, misalnya fast reactor dan ADS yang diprediksi akan exist beberapa puluh tahun kedepan.
 

Comments  

 
#1 kafi 2009-03-30 10:59 terima kasih atas informasinya & semoga makin sukses Quote
 
 
#2 uDin 2009-10-31 17:30 trm ksh infonya Quote
 
 
#3 uDin 2009-10-31 17:30 terimakasih Quote
 
 
#4 adalina j 2010-01-14 12:29 saya ingin bertanya,,
lalu, setelah mengalami treatment beberapa puluh tahun itu apa lagi yang akan dilakukan untuk keamanannya??
Quote
 
 
#5 aryani 2010-04-23 18:19 tanggung jawab pada lingkungan adalah suatu amanah kita terhadap TUHAN YANG MAHA ESA. Quote
 
 
#6 agus 2010-04-30 10:25 Alhamdulillah…terimaka sih banyak infonya bozz, sukses selalu…okey Quote
 
 
#7 didit 2010-06-29 22:06 mantapszzzzz Quote
 
 
#8 Harry panjaitan 2011-05-30 16:29 Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

< Prev   Next >
© 2007 - 2012 Nuklir.INFO
This website is using Joomla under GNU General Public License and template by Rhuk Solarflare II with modification
Contact Chairul Hudaya here