|
Isu Nuklir dalam AYCC 2008 |
|
|
|
|
Written by Chairul Hudaya
|
|
Saturday, 08 November 2008 |
|
Pada tanggal 30 Oktober - 2 November 2008, Kementrian Budaya, Olahraga dan Pariwisata Republik Korea mensponsori program Asian Youth Culture Camp (AYCC) 2008. Program yang berslogan "Asia, Culture and Environtment" ini bertujuan menggugah para pemuda di negara negara Asia untuk peduli terhadap budaya dan lingkungan. Dua topik yang menjadi pembahasan utama yaitu usaha Gwangju untuk menjadi Hub City dari Asian Culture dan pengaruh perubahan iklim (climate change) terhadap world culture heritages (WCH) yang tersebar diberbagai negara di dunia. Peserta AYCC 2008 berjumlah 60 partisipan dari 10 negara dengan latar belakang pendidikan umumnya bidang social science, dan beberapa dalam bidang engineering, termasuk saya. Dari jumlah tersebut kemudian dibagi menjadi 7 kelompok yang terdiri dari 4 kelompok membahas topik 1 dan 3 kolompok pada topik 2. Dalam hal ini, saya termasuk dalam group 2 yang beranggotakan 9 orang. Meskipun background saya tidak hubungan langsung dengan masalah budaya, namun topik mengenai climate change menjadi menarik untuk dibahas. Selama 4 hari, kita mendiskusikan bagaimana cara untuk mengatasi perubahan iklim, terutama global warming yang menurut UNESCO sudah dalam taraf mengkhawatirkan yang berakibat buruk pada WCH.
 Peserta AYCC 2008 Meskipun banyak perdebatan mengenai apa penyebab global warming, namun banyak pihak berpendapat bahwa CO2 mempunyai peranan penting sehingga fenomena tersebut terjadi. Sektor energi merupakan salah satu sektor yang berkontribusi dalam pengemisian CO2 ke atmosfer. Sehingga perlu perhatian khusus dalam menyelesaikan masalah ini secara bijak. Salah satu dari beberapa usalan saya untuk mengatasi global warming di sektor energi yaitu dengan penggunaan energi nuklir dalam memenuhi kebutuhan listrik sebuah negara. Cukup menarik memang membahas masalah ini, dimana ada banyak pro dan kontra. Saya paparkan data-data mengenai berapa besar kontribusi emisi CO2 dari PLTN, PLTU, PLTG, PLT Angin, dan PLT lainnya dari hasil studi lembaga-lembaga berkompeten dibidangnya. Dijelaskan pula bagaimana proses teknis reaksi fisi sehingga bisa menghasilkan energi. Setelah berdiskusi panjang lebar mengenai hal ini, akhirnya group 2 merekomendasikan penggunaan energi nuklir sebagai salah satu solusi dalam mengatasi global warming yang baik langsung maupun tidak langsung akan bersinggungan dengan WCH.  Anggota Group 2 |
Comments
Di belahan dunia berkembang termasuk indonesia, yang mendesak dibahas menyangkut global warming itu adalah bahaya merokok..Berapa banyak emisi CO dan CO2 yang dihasilkan per tahun dari rokok!!budaya dan mental sosial masyarakat yang rapuh..lebih dahsyat pengaruhnya secara langsung di masyarakat…Candu, dan narkotika tentunya mudah mendekat…
(di forum AYCC seperti ini dibahas ga tuch..) Quote
RSS feed for comments to this post.