web development
Home arrow My Opinions
Main Menu
Home
Nuclear News & Opinion
Nuclear Technology
Nuclear Pro & Con
Nuclear Polls
Updates 2
Lab Gathering   Yonggwang Nuclear Power Plant   Politik yang Menakutkan?   Selamat Ulang Tahun Ke 25   My Trip to Pulau Tidung   PERPIKA Visited Nuclear Power Plant   Seoul National University   My Social Activity   Integrated World Culture Heritage Program   My Family's Slideshow & Pictures   Selamat Hari Raya Idul Fitri   Kisah Serangan Jantung   The leadership crisis in Indonesia   Anggota Baru di Keluarga Kami   KNS Spring Meeting
Miscellaneous
My Activites
My Family
My Musics
My Opinions
My Pictures
Others
Join this Group

Statistics
Visitors: 125546
My Opinions
PLTN, Bom Nuklir dikendalikan : Doktrin yang sukses besar PDF Print E-mail
Written by Chairul Hudaya   
Friday, 26 December 2008
Sesuai dengan judul diatas, saya ingin mengupas sebuah "doktrin" yang sering didengungkan oleh mereka yang menolak PLTN, yaitu PLTN adalah bom nuklir yang dikendalikan. Saya tidak tahu siapa yang mempopulerkan pada awalnya, namun dengan searching di google saja saya mendapatkan bahwa ungkapan tersebut dikatakan oleh seorang professor doctor bidang fisika disebuah universitas di Indonesia. Baca disini.

"Doktrin" inilah yang menjadi salah satu  tameng bagi teman-teman yang menolak kehadiran PLTN di Indonesia. Bahkan pada tanggal 5 Juni 2007 bertepatan dengan Hari Bumi, para "green" NGO melakukan demonstrasi penolakan kehadiran PLTN yang melibatkan masyarakat sekitar dan mengklaim paling tidak 10,000 warga Jepara dan sekitarnya berpartisipasi. Baca disini .

Karena keberhasilan tersebut, saya ingin mengucapkan selamat, sebuah "pencerdasan" (dalam tanda kutip) yang sangat luar biasa berhasilnya. Mengapa? Karena mampu memberikan "pengetahuan" kepada minimal 10,000 orang tersebut dengan sebuah ungkapan/bahasa yang mudah sekali diterjemahkan, bahkan oleh orang awam sekalipun. Dan bagi orang awam, tentu saja akan mudah mengamini "doktrin" tersebut, apalagi yang berbicara adalah seorang professor doktor.
 
Mencari Formula Sosialisasi PLTN yang Tepat PDF Print E-mail
Written by Chairul Hudaya   
Wednesday, 22 October 2008
ImageHal yang paling penting dalam proses pembuatan kebijakan khususnya untuk pembangunan PLTN disuatu negara adalah penerimaan masyarakat (public acceptance) terhadap kehadiran PLTN itu sendiri, terutama masyarakat yang tinggal didaerah sekitar dibangunnya PLTN. Membuat public mengerti akan sebuah teknologi baru apalagi teknologi yang dianggap canggih bukanlah sebuah perkara yang mudah, sehingga perlu sebuah cara yang sangat arif dan bijaksana bagaimana agar "transfer knowledge" kepada masyarakat itu berjalan dengan baik dengan sikap saling terbuka dan percaya. Terbuka, artinya perlu dijelaskan secara jujur apa saja manfaat dan resiko yang bisa ditimbulkan berdasarkan fakta-fakta yang sebenar-benarnya. Sehingga dengan begitu pengetahuan masyarakat menjadi balance dan pada akhirnya masayarakat bisa menilai dengan adil tanpa pengaruh atau tekanan pihak manapun. Itulah yang menjadi tugas besar, tidak hanya bagi pemerintah, tetapi juga bagi mereka yang benar-benar mengerti akan kondisi dan situasi yang sebenarnya tentang PLTN itu sendiri, termasuk NGO baik yang pro maupun kontra.
 
joomla template
This website is using Joomla under GNU General Public License and template by Jomladev with modification
Contact Chairul Hudaya here
Portal Seputar Ketenaganukliran
Portal Seputar Ketenaganukliran